Prev: Oga merasa aneh saat dia bermimpi tentang seorang perempuan yang menurutnya misterius. Tapi, dia merasa kenal akan perempuan yang ada di mimpinya itu.
Warning!
Chapter 4
Di tengah-tengah musim panas yang panasnya sangat ganas, lebih ganas dari hari-hari yang lain, ada beberapa orang yang baru saja pindah. Oga Tatsumi, adalah seorang anak lelaki yang baru saja pindah bersama orang tuanya dan kakaknya.
"Oga, jika kau ingin bermain jangan jauh-jauh yaa" pesan Ibunya kepada anak laki-lakinya."baiklah! jaa-ne~" jawab anaknya sambil berlari. Oga yang berumur 7 tahun ini, baru saja pindah. Tiba-tiba lewatlah kupu-kupu di depannya dan hinggap di sebuah bunga dekatnya. Oga lalu menghampirinya. Tiba-tiba Oga mendapat ide untuk menangkapnya.
"Yosh~! maafkan aku kupu-kupu tapi.. aku harus menangkapmu!!" kata Oga sambil mencoba menangkap kupu-kupu itu. Tapi, kupu-kupu itu langsung terbang untuk melarikan diri. Oga tak mau kalah. Ia pun mengikuti kupu-kupu itu. Tidak peduli walau dia sudah terjatuh. Hingga tanpa ia sadari ia sudah masuk ke sebuah hutan.
"Ini..dimana?" tanya Oga bingung sambil melihat sekelilingnya. Oga pun jadi panik. Ia tak tahu harus berbuat apa. "Otou-san!" teriak Oga " Okaa-san!" teriak Oga sekali lagi " Misaki nee-san!" teriaknya lagi. Terus-menerus dia berteriak seperti itu sambil berjalan tetapi, tak ada jawaban juga. Lama-kelamaan, Oga berlari. Tanpa ia sadari, ia masuk ke sebuah halaman rumah. Halaman yang penuh dengan bunga-bunga.
"Guk..guk.." anjing pemilik rumah ini menggonggong saat melihat Oga.
"Ada apa, Aki?" terdengar suara anak perempuan pemilik rumah ini berlari menuju arah suara anjingnya itu menggonggong. Oga yang mendengar suara itu sudah berkeringat dingin. Tak tahu harus bagaimana.
"A-.." terlihat seorang anak perempuan berparas cantik " s-siapa kamu?" tanya anak itu. "Gomen!" kata Oga sambil membungkuk. Anak perempuan itu bingung "a-ada apa?" tanya anak itu "karena, aku sudah masuk ke rumahmu tanpa izin! dan juga..aku tersesat. Saat aku belari tiba-tiba aku sudah berada di tempat ini" jelas Oga sambil mengangkat tubuhnya dan sekarang berhadapan dengannya. Anak itu tertawa kecil. Oga yang melihat itu mukanya menjadi merah "m-memang a-apa y-yang l-lucu" kata Oga dengan semburat merah di wajahnya "iie.. hanya, aku baru bertemu dengan seseorang yang umurnya sama denganku" jawab anak itu sambil tersenyum.
"A-ano.. ini dimana ya?" tanya Oga tegang. " tempat dimana hanya orang-orang tertentu saja yang tau" jawab anak itu sambil tersenyum. Anak perempuan ini mempunyai rambut pirang panjang, mata yang berwarna emerald, dan tubuhnya di bungkusi oleh baju ala lovely-elegant-gothic-lolita berwarna pink-hitam. "Ngomong-ngomong, namamu siapa?" tanya anak itu kepada Oga "Oga. Oga Tatsumi. Kamu?" balas Oga "Namaku.."
~~~~~WHOOSH~~~~~
"..Yoroshiku"
Angin yang kencang lewat saat anak itu menyebutkan namanya. Seakan-akan Oga tidak boleh mengetahui siapa anak itu sebenarnya. Tapi, dia tidak peduli. Setelah kejadian itu, Oga sering main ke tempat anak itu. Seakan-akan, anak itu adalah adiknya. Kehidupan anak itu sangatlah menyedihkan. Sejak kecil, dia sudah di tinggal oleh ibu kandungnya. Sekarang hanya ada Ibu tiri-nya dengan adiknya. Ayahnya selalu pergi keluar. Karena Oga tak tahu nama sebenarnya siapa, Oga akhrinya memutuskan untuk memberi nama panggilan sendiri.
Hingga pada suatu hari, anak itu dan Oga bermain di sebuah taman bunga milik keluarga anak itu. Di taman bunga itu, Oga dan dia bisa melihat bintang-bintang. Setelah asyik bermain, Oga dan dia beristirahat di bawah sinar bulan dan bintang yang menghiasi langit sehingga tampak indah.
"Ne, aku harus memanggilmu apa?" tanya Oga sambil melihat ke atas
"... entahlah" hanya itu jawaban yang keluar dari mulut anak itu
"hmm.." Oga akhrinya berpikir keras. Ia melihat sekelilingnya. Mungkin, dia dapat sebuah panggilan untuk teman tersayangnya ini. Oga terus mencari hingga dia menemukan sebuah panggilan.
"Besok, kau ada acara tidak?" tanya Oga sambil bangkit dari posisi semulanya
"Tidak.. memangnya ada apa?" balas anak itu
"Besok, aku akan menjemputmu di tempat seperti biasa! aku akan membawamu ke suatu tempat!" kata Oga dengan semangat lalu berlari. " Yang terakhir sampai di rumahmu adalah telur busuk!!" lanjut Oga sambil tersenyum lebar. " Ehh?! Tunggu aku! Oga!" kata anak itu lalu ikut berlari ke tujuannya.
Esoknya, seperti yang Oga bilang, dia akan menunjukkan sesuatu kepada anak itu. Lalu, Oga menarik tangan anak itu dan berlari. " Kita kemana Oga?" tanya anak itu sambil terengah-engah. "Ikut saja aku! kau pasti suka tempat ini!" jawab Oga. Tidak jauh dari mereka berada, mereka melihat sebuah tangga yang sepertinya sangat tinggi. " Ikimashou!" kata Oga sambil mempererat genggamannya.
Akhirnya, mereka berdua sampai pada tujuan Oga. Sebuah tempat yang ada bunga sakura yang sangat besar. Dan juga terlihat masih ada beberapa kuncup bunga pohon plump belum bermekaran.
".. Utsukushi.." suara pelan anak itu terdengat oleh Oga " benarkan?" balas Oga sambil melihat bunga sakura bersama dengan anak itu. " Aku.. juga sudah mendapatkan panggilan untukmu" lanjut Oga lalu menatap anak itu " benarkah?" tanya anak itu tak percaya "yaa..Ume, itulah nama panggilanmu" balas Oga yang tampak dimukanya semburat merah. " U.. me?"
"Iyaa.. dari luar kau tampak periang, menarik, dan kau adalah sebuah bunga yang berasal dari kepahitan dan kebekuan" jelas Oga " mungkin, aku tak tahu masalahmu apa dan kenapa bisa ayahmu tidak mempedulikanmu tapi, mempedulikan adikmu. Aku tahu itu pasti sangat sakit" lanjut Oga dengan nada dan tatapan serius. Dia yang mendengar itu hanya menunduk. Tiba-tiba saja, air mata anak itu keluar.
" Sudahlah.., aku ada disini" kata Oga mencoba menenangkan Ume dengan memeluknya " Aku akan berada di sampingmu dan akan menjadi punggung untukmu" bisik Oga di telinga Ume.
..................................
Akhirnya!!! semua ff ku delay! kecuali, yang ini :p
"Oga, jika kau ingin bermain jangan jauh-jauh yaa" pesan Ibunya kepada anak laki-lakinya."baiklah! jaa-ne~" jawab anaknya sambil berlari. Oga yang berumur 7 tahun ini, baru saja pindah. Tiba-tiba lewatlah kupu-kupu di depannya dan hinggap di sebuah bunga dekatnya. Oga lalu menghampirinya. Tiba-tiba Oga mendapat ide untuk menangkapnya.
"Yosh~! maafkan aku kupu-kupu tapi.. aku harus menangkapmu!!" kata Oga sambil mencoba menangkap kupu-kupu itu. Tapi, kupu-kupu itu langsung terbang untuk melarikan diri. Oga tak mau kalah. Ia pun mengikuti kupu-kupu itu. Tidak peduli walau dia sudah terjatuh. Hingga tanpa ia sadari ia sudah masuk ke sebuah hutan.
"Ini..dimana?" tanya Oga bingung sambil melihat sekelilingnya. Oga pun jadi panik. Ia tak tahu harus berbuat apa. "Otou-san!" teriak Oga " Okaa-san!" teriak Oga sekali lagi " Misaki nee-san!" teriaknya lagi. Terus-menerus dia berteriak seperti itu sambil berjalan tetapi, tak ada jawaban juga. Lama-kelamaan, Oga berlari. Tanpa ia sadari, ia masuk ke sebuah halaman rumah. Halaman yang penuh dengan bunga-bunga.
"Guk..guk.." anjing pemilik rumah ini menggonggong saat melihat Oga.
"Ada apa, Aki?" terdengar suara anak perempuan pemilik rumah ini berlari menuju arah suara anjingnya itu menggonggong. Oga yang mendengar suara itu sudah berkeringat dingin. Tak tahu harus bagaimana.
"A-.." terlihat seorang anak perempuan berparas cantik " s-siapa kamu?" tanya anak itu. "Gomen!" kata Oga sambil membungkuk. Anak perempuan itu bingung "a-ada apa?" tanya anak itu "karena, aku sudah masuk ke rumahmu tanpa izin! dan juga..aku tersesat. Saat aku belari tiba-tiba aku sudah berada di tempat ini" jelas Oga sambil mengangkat tubuhnya dan sekarang berhadapan dengannya. Anak itu tertawa kecil. Oga yang melihat itu mukanya menjadi merah "m-memang a-apa y-yang l-lucu" kata Oga dengan semburat merah di wajahnya "iie.. hanya, aku baru bertemu dengan seseorang yang umurnya sama denganku" jawab anak itu sambil tersenyum.
"A-ano.. ini dimana ya?" tanya Oga tegang. " tempat dimana hanya orang-orang tertentu saja yang tau" jawab anak itu sambil tersenyum. Anak perempuan ini mempunyai rambut pirang panjang, mata yang berwarna emerald, dan tubuhnya di bungkusi oleh baju ala lovely-elegant-gothic-lolita berwarna pink-hitam. "Ngomong-ngomong, namamu siapa?" tanya anak itu kepada Oga "Oga. Oga Tatsumi. Kamu?" balas Oga "Namaku.."
~~~~~WHOOSH~~~~~
"..Yoroshiku"
Angin yang kencang lewat saat anak itu menyebutkan namanya. Seakan-akan Oga tidak boleh mengetahui siapa anak itu sebenarnya. Tapi, dia tidak peduli. Setelah kejadian itu, Oga sering main ke tempat anak itu. Seakan-akan, anak itu adalah adiknya. Kehidupan anak itu sangatlah menyedihkan. Sejak kecil, dia sudah di tinggal oleh ibu kandungnya. Sekarang hanya ada Ibu tiri-nya dengan adiknya. Ayahnya selalu pergi keluar. Karena Oga tak tahu nama sebenarnya siapa, Oga akhrinya memutuskan untuk memberi nama panggilan sendiri.
Hingga pada suatu hari, anak itu dan Oga bermain di sebuah taman bunga milik keluarga anak itu. Di taman bunga itu, Oga dan dia bisa melihat bintang-bintang. Setelah asyik bermain, Oga dan dia beristirahat di bawah sinar bulan dan bintang yang menghiasi langit sehingga tampak indah.
"Ne, aku harus memanggilmu apa?" tanya Oga sambil melihat ke atas
"... entahlah" hanya itu jawaban yang keluar dari mulut anak itu
"hmm.." Oga akhrinya berpikir keras. Ia melihat sekelilingnya. Mungkin, dia dapat sebuah panggilan untuk teman tersayangnya ini. Oga terus mencari hingga dia menemukan sebuah panggilan.
"Besok, kau ada acara tidak?" tanya Oga sambil bangkit dari posisi semulanya
"Tidak.. memangnya ada apa?" balas anak itu
"Besok, aku akan menjemputmu di tempat seperti biasa! aku akan membawamu ke suatu tempat!" kata Oga dengan semangat lalu berlari. " Yang terakhir sampai di rumahmu adalah telur busuk!!" lanjut Oga sambil tersenyum lebar. " Ehh?! Tunggu aku! Oga!" kata anak itu lalu ikut berlari ke tujuannya.
Esoknya, seperti yang Oga bilang, dia akan menunjukkan sesuatu kepada anak itu. Lalu, Oga menarik tangan anak itu dan berlari. " Kita kemana Oga?" tanya anak itu sambil terengah-engah. "Ikut saja aku! kau pasti suka tempat ini!" jawab Oga. Tidak jauh dari mereka berada, mereka melihat sebuah tangga yang sepertinya sangat tinggi. " Ikimashou!" kata Oga sambil mempererat genggamannya.
Akhirnya, mereka berdua sampai pada tujuan Oga. Sebuah tempat yang ada bunga sakura yang sangat besar. Dan juga terlihat masih ada beberapa kuncup bunga pohon plump belum bermekaran.
".. Utsukushi.." suara pelan anak itu terdengat oleh Oga " benarkan?" balas Oga sambil melihat bunga sakura bersama dengan anak itu. " Aku.. juga sudah mendapatkan panggilan untukmu" lanjut Oga lalu menatap anak itu " benarkah?" tanya anak itu tak percaya "yaa..Ume, itulah nama panggilanmu" balas Oga yang tampak dimukanya semburat merah. " U.. me?"
"Iyaa.. dari luar kau tampak periang, menarik, dan kau adalah sebuah bunga yang berasal dari kepahitan dan kebekuan" jelas Oga " mungkin, aku tak tahu masalahmu apa dan kenapa bisa ayahmu tidak mempedulikanmu tapi, mempedulikan adikmu. Aku tahu itu pasti sangat sakit" lanjut Oga dengan nada dan tatapan serius. Dia yang mendengar itu hanya menunduk. Tiba-tiba saja, air mata anak itu keluar.
" Sudahlah.., aku ada disini" kata Oga mencoba menenangkan Ume dengan memeluknya " Aku akan berada di sampingmu dan akan menjadi punggung untukmu" bisik Oga di telinga Ume.
..................................
Akhirnya!!! semua ff ku delay! kecuali, yang ini :p



Tidak ada komentar:
Posting Komentar