Warning!
Chapter 2
"hah..hah.."suara seseorang yang terengah-engah di tengah malam sungguh menegangkan."krik..krik""zeee...""wush"suara-suara penghuni malam pun sudah mulai terniang disekitar.Seseorang yang tadi terengah-engah sekarang terdengar seperti orang yang menangis.
"Rikuo-sama apakah anda mendengar suara tangisan?"tanya seorang gadis yang mengenakan kimono berwarna putih dan syal berpola garis-garis
"Ya..aku mendengarnya"jawab seorang pria yang mempunyai mata berwarna merah darah."Arah suaranya sepertinya dari sini"lanjutnya.
Mereka pun akhirnya ketempat dimana suara itu berasal.Terlihat seorang perempuan yang mempunyai rambut pirang yang sedang menari-nari dengan angin disekitarnya dan mata berwarna emerald yang sangat indah ditempati oleh air mata yang mengalir.
Saat mendekatinya,perempuan berbaju kimono kaget karena..
"Hilda-San!"kata gadis itu menemui Hilda yang menangis gak karuan
"Tsurara"kata Hilda singkat.Lalu,melihat kebelakang Tsurara "Nura.."tubuhnya pun mulai roboh"..rihyon"akhirnya dirinya roboh dipangkuan Tsurara.
"Ano,Rikuo-Sama.."
"Sssttt..aku tahu apa yang ingin kau katakan!sini aku bantu mengangkatnya"
"Hai!"
Sesampai dirumah Nura Clan alangkah terkejutnya mereka melihat Tsurara dan Waka-nya membawa Hildegard,seorang Wet Nurse yang terkenal karena kedinginannya itu tapi belum kalah dingin dari Yuki-Onna.
"Yo minna!bisakah kalian merawat perempuan ini sebentar?"tanya Nura Rikuo,penerus Nura Clan generasi yang ke-3
"Wakarimasta!"jawab bawahannya sambil membawa Hilda ke ruang tidur khusus untuk tamu
-Paginya-
"Dug..dug..dug.."itulah yang akan kau dengar pada pagi hari saat di Mansion Nura Clan.Disuatu ruangan terlihat seorang perempuan yang masih tertidur karena kejadian kemarin yang bisa dibilang untuk dia itu benar-benar membuat ia Shock.Tapi,ya sudahlah perempuan yang satu ini kan berbeda dari yang lain.Tau kan maksudku?kalau tak tahu baca manganya biar tahu ;)
"ughh..aku..dimana?"tanya Hilda yang terbangun karena suara orang-orang yang berlarian untuk menyelesaikan tugas mereka masing-masing.
'SRET'
"Ahh..Hilda-San!kau sudah bangun kau tak apa-apakan?gak ada yang terlukakan?"
"Tsurara,aku gak apa-apa kok"
"Beneran?ano,boleh tidak aku bertanya?"tanya Tsurara
"hemm.."
"Ano,apa yang terjadi denganmu?kemarin malam"
"..."
"Ayolah Hilda-san!kitakan sudah kenal lama!ceritakanlah padaku mungkin aku bisa membantu"
Dengan ragu-ragu akhirnya,Hilda pun cerita tentang apa yang terjadi selama Tsurara tak berada disampingnya.Expresi Tsurara pun campur Senang,Khawatir,Cemas,Lega,Sedih,dan Kagum.
"Owalah..kau tahu Hilda apa yang kau rasakan sekarang?"tanya Tsurara.Hilda menggeleng."Itu tandanya kamu menyayangi manusia itu~ah~benar-benar Indahnya"kata Tsurara dengan nada meledek."Apa?mana mungkin aku suka sama itu Idiot!"kata Hilda tetap keras kepala.Mereka pun mulai curhat-curhatan sampai..
"Tsurara!apakah kau sudah memasak?"suara ibu Rikuo terdengar saat ia membuka pintu yang ada Hilda dan Tsurara."Ara,Hilda-chan.so long not see you!bagaimana kabarmu?"kata Wakana,ibunya Rikuo saat ia melihat Hilda sudah bangun.
"Akhhh...!aku lupa!Gomenasai Wakana-sama,Hilda-san!aku harus pergi Jaa-ne~"kata Tsurara sambil keluar ruangan.
"Aku baik bagaimana dengan anda?"jawab Hilda
"Great!oh..iya kau boleh kapan saja kesini kok.sering-sering datanglah kesini"kata Wakana dengan ceria seperti biasa
"ahh..ehm!"
"Baiklah Hilda-chan aku ingin meneruskan tugas ku kalau ada apa-apa panggil saja ok?"
"ok"
"Jaa-ne Hilda-chan~"kata Wakana sambil melambaikan tangannya
Dilain sisi,Oga benar-benar bad luck.Pagi hari saja ia sudah mendapatkan 3 kali sengatan listrik dari 'anaknya'
"Oga!kau tak sarapan?dimana Hilda?"tanya Ibunya saat melihat Oga langsung keluar rumah sesudah ia melengkapi persiapan sekolahnya.
"Aku berangkat"kata Oga mengacuhkan pertanyaan Ibunya dan Oga langsung pergi kesekolah.
Saat sampai di gerbang sekolah,Furuichi melihat Oga dan seperti biasa Furuichi menyambutnya tapi,ada yang kurang.'Dimana Hilda?'itulah yang Furuichi pikirkan saat melihat Oga hanya berjalan dengan Beel dipunggungnya.
"yo Oga!dimana Hilda?"kata Furuichi sambil memukul punggung Oga
"yo Furuichi"kata Oga sambil memukul balik punggunya Furuichi.Dan seperti yang kalian tau kalau pukulan Oga itu kencang jadi..Furuichi termpental ke bawah.
"O..G..A!!!!!!"kata Furuichi sambil marah-marah gak jelas sampai ke kelas mereka
Sampai dikelas,ada yang aneh.Biasanya pagi-pagi begini sudah ada yang ribut atau berisiknya minta ampun tapi hari ini benar-benar...sepi.
'Ada apa ini?'tanya Furuichi dalam hati
"Oga!kau benar-benar aneh!kami sudah mendengar dari Nene kalau kau ingin mencium Aoi didepan Hilda"kata Himekawa
'What?!'pikir Furuichi.Shock."Oga!kau.."perkataanya Furuichi berhenti saat Aoi masuk kekelas
"A-apa yang terjadi disini?"kata Aoi gugup karena semua orang berpandangan pada Aoi lalu ke Oga lau ke Aoi lagi
"Aoi-Neesan!!"panggil Nene
"Ada apa ini?"tanya Aoi ke Nene
"Begini saat kau men-SMS aku tentang yang tadi malam,aku baru membacanya tadi pagi dan Himekawa dan yang lainnya melihat SMS itu!!"jelas Nene
"N-n-n-n-NANI?????!!!!!"teriakan Aoi terdengar sampai keluar sekolah.Yang didalampun menutup kupingnya biar gak budeg
"K-k-kenapa b-bisa?"tanya Aoi ke Nene yang mukanya Aoi sekarang seperti Kepiting.Oga yang daritadi diam akhirnya unjuk suara.
"Kalian salah paham"kata Oga dan perkataan Oga membuat orang-orang yang didalam berbalik kearahnya."Dah?"tanya Beel karena bingung kenapa orang-orang melihat mereka.
"Apa maksudmu Oga?"tanya Furuichi yang sedari tadi menangis seperti bitch karena Oga telah mengambil semua perempuan yang ia dambakan.Dan semua orang mengangguk tanda setuju.
"Begini,aku hanya ingin membisikkan ini 'apakah yang biasanya perempuan takuti?'bukan ingin menciumnya!kalian ini.."jelas Oga santai
"Lalu kenapa harus berbisik?"tanya Furuichi sekali lagi dengan nada bitch nya
"Bego!aku ingin balas dendam dengan Hilda!dia telah menkorupsiku!dari makanan hingga barang berharga!jadi aku ingin dia tak mendengarkan agar rencanaku sukses!dasar Idiot.."jelas Oga dengan kesalnya.Semua diruangan hanyalah ber-oh ria.Furuichi tiba-tiba sweatdrop karena perkataanya Oga.
"PUAS KALIAN HUH?!"kata Oga dengan nada marah dan kesalnya diikuti tangan yang mengepal seperti ingin memukul orang-orang idiot yang berada disitu.
"Lalu sekarang dimana Hilda?"kata Aoi agar menghapus ketegangan."Kemarin kau mencarinya bukan?"lanjut Aoi.Dan kelas menjadi riuh.Dan perkataan Aoi telah membuat Oga diam hingga Saotome masuk kedalam kelas.
"Oi..oi kembali ketempat masing-masing"bentak Saotome dan semuanya kembali duduk ditempat masing-masing.
"hemm..sepertinya ada yang kurang"kata Saotome sambil memegang dagunya
"Ano,Hilda sepertinya hari ini tidak masuk"jawab Aoi
"Begitukah?"kata Saotome sambil melepas tangannya dari dagunya.Aoi hanya mengangguk."Oi,Oga!dimana 'Istri'mu itu hah?"tanya Saotome sambil menuju ketempat Oga.Oga hanya menatap matanya sebentar lalu tertunduk.
"huh?"tanya Saotome bingung dengan tingkah laku Oga.Beberapa saat ditunggu tapi tak ada respon akhirnya Saotome berkata "yah..sudahlah kalau gak boleh tahu baiklah besok kita akan Field Trip bukan?bagaimana besok kalian ikut tidak?"kata Saotome sambil menuju kedepan kelas lagi.Kelas pun jadi berisik.
'Ada apa ini?'pikir Furuichi sambil melihat Oga
"Oga.."gumam Aoi sambil menistirahatkan dagunya di kedua tangannya
Istirahat pun tiba dan tingkah laku Oga sama seperti pagi tadi,bergerak tanpa berbicara.
"Oi!kau pikir ingin pergi kemana huh?"kata Kanzaki saat melihat Oga meninggalkan kelas.Oga hanya diam lalu keluar."Tch..ada apa dengan anak itu?"tanya Kanzaki kesal.
Di Hall Oga dilihati oleh orang-orang bukan karena Beel yang ia bawa tapi karena tentang rumor bahwa Oga ingin mencium Aoi.Sepanjang jalan Beel selalu bertanya hal yang sama "Dabuh?"artinya apa yang terjadi?
Dan sampailah mereka ditempat mereka biasanya makan siang bersama Hilda dan Furuichi.Tempat itu benar-benar tenang.Tempat ini seperti pelampiasan pikiran Oga.
"Oga!"tiba-tiba terdengar suara seseorang
"Apa yang terjadi denganmu huh?setelah Aoi berbicara tentang Hilda kau jadi diam ada apa?"ternyata itu adalah Furuichi.Ya,dia tahu bahwa kemarin malam Oga mencari Hilda disemua rumah orang yang ia kenal dan tempat-tempat yang biasanya Hilda kunjungi.
"Aku tahu kemarin kau khawatir akan Hilda,semua orang yang ada disini pun juga mengkhawatirkanmu apalagi Aoi"lanjut Furuichi.Tapi reaksi yang diberikan Oga tetap sama hanya menatapnya sebentar lalu melihat kelangit yang biru.
"KRING"bel masukpun berbunyi akhirnya Oga dan Furuichi masuk ke kelas mereka.
"Sstt..Furuichi!"panggil Nene"Apakah ada perubahan?"lanjutnya"sama sekali gak ada!tatapannya menjadi lebih sedih dan.."perkataan Furuichi menggantung membuat mereka menjadi antusias dan penasaran"..dan?"tanya Aoi penasaran"tatapannya menunjukkan ia kesepian pikirannya melayang kemana-mana"lanjut Furuichi.
Seusai sekolah,mereka mengikuti Oga.Ternyata Oga tidak pulang kerumah melainkan ke sungai yang penuh dengan bunga sakura.Tempat dimana Hilda sangat menyukainya.Tempat yang penuh kenangan.Disana Oga berdiri ditengah-tengah rumput yang hijau dan sampingnya bunga sakura.Betapa indahnya bila disini ada Hilda,itulah yang dipikir oleh Oga.Mereka yang mengikuti Oga benar-benar sedih melihat Oga yang sedih seperti itu.Tiba-tiba saja..
"HILDA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"Teriak Oga kencang lebih kencang dari teriakan Aoi tadi pagi.Lebih sedih dari biasanya.Lebih kesepian.Lebih mengingat...Hilda.Beel yang berada dipunggunya mulai menangis karena sekarang ia ditempat kesukaan 'Ibunya' bagi Oga dan Beel,dulu ini adalah tempat terindah bagi mereka karena ada orang yang mereka sayangi.Tapi,sekarang tempat ini tak seindah dahulu karena,tak ada orang yang mereka sayangi.Tak ada orang yang mereka cintai.Tak ada orang yang mencintai mereka.Tak ada lagi,Hildegard yang mereka kenal.
-------------------------------------------------------------------------------------------
Yay!Chapter 2 update!update secepat mungkin..
yang ini sedikit GaJe maaf ya
Dilain sisi,Oga benar-benar bad luck.Pagi hari saja ia sudah mendapatkan 3 kali sengatan listrik dari 'anaknya'
"Oga!kau tak sarapan?dimana Hilda?"tanya Ibunya saat melihat Oga langsung keluar rumah sesudah ia melengkapi persiapan sekolahnya.
"Aku berangkat"kata Oga mengacuhkan pertanyaan Ibunya dan Oga langsung pergi kesekolah.
Saat sampai di gerbang sekolah,Furuichi melihat Oga dan seperti biasa Furuichi menyambutnya tapi,ada yang kurang.'Dimana Hilda?'itulah yang Furuichi pikirkan saat melihat Oga hanya berjalan dengan Beel dipunggungnya.
"yo Oga!dimana Hilda?"kata Furuichi sambil memukul punggung Oga
"yo Furuichi"kata Oga sambil memukul balik punggunya Furuichi.Dan seperti yang kalian tau kalau pukulan Oga itu kencang jadi..Furuichi termpental ke bawah.
"O..G..A!!!!!!"kata Furuichi sambil marah-marah gak jelas sampai ke kelas mereka
Sampai dikelas,ada yang aneh.Biasanya pagi-pagi begini sudah ada yang ribut atau berisiknya minta ampun tapi hari ini benar-benar...sepi.
'Ada apa ini?'tanya Furuichi dalam hati
"Oga!kau benar-benar aneh!kami sudah mendengar dari Nene kalau kau ingin mencium Aoi didepan Hilda"kata Himekawa
'What?!'pikir Furuichi.Shock."Oga!kau.."perkataanya Furuichi berhenti saat Aoi masuk kekelas
"A-apa yang terjadi disini?"kata Aoi gugup karena semua orang berpandangan pada Aoi lalu ke Oga lau ke Aoi lagi
"Aoi-Neesan!!"panggil Nene
"Ada apa ini?"tanya Aoi ke Nene
"Begini saat kau men-SMS aku tentang yang tadi malam,aku baru membacanya tadi pagi dan Himekawa dan yang lainnya melihat SMS itu!!"jelas Nene
"N-n-n-n-NANI?????!!!!!"teriakan Aoi terdengar sampai keluar sekolah.Yang didalampun menutup kupingnya biar gak budeg
"K-k-kenapa b-bisa?"tanya Aoi ke Nene yang mukanya Aoi sekarang seperti Kepiting.Oga yang daritadi diam akhirnya unjuk suara.
"Kalian salah paham"kata Oga dan perkataan Oga membuat orang-orang yang didalam berbalik kearahnya."Dah?"tanya Beel karena bingung kenapa orang-orang melihat mereka.
"Apa maksudmu Oga?"tanya Furuichi yang sedari tadi menangis seperti bitch karena Oga telah mengambil semua perempuan yang ia dambakan.Dan semua orang mengangguk tanda setuju.
"Begini,aku hanya ingin membisikkan ini 'apakah yang biasanya perempuan takuti?'bukan ingin menciumnya!kalian ini.."jelas Oga santai
"Lalu kenapa harus berbisik?"tanya Furuichi sekali lagi dengan nada bitch nya
"Bego!aku ingin balas dendam dengan Hilda!dia telah menkorupsiku!dari makanan hingga barang berharga!jadi aku ingin dia tak mendengarkan agar rencanaku sukses!dasar Idiot.."jelas Oga dengan kesalnya.Semua diruangan hanyalah ber-oh ria.Furuichi tiba-tiba sweatdrop karena perkataanya Oga.
"PUAS KALIAN HUH?!"kata Oga dengan nada marah dan kesalnya diikuti tangan yang mengepal seperti ingin memukul orang-orang idiot yang berada disitu.
"Lalu sekarang dimana Hilda?"kata Aoi agar menghapus ketegangan."Kemarin kau mencarinya bukan?"lanjut Aoi.Dan kelas menjadi riuh.Dan perkataan Aoi telah membuat Oga diam hingga Saotome masuk kedalam kelas.
"Oi..oi kembali ketempat masing-masing"bentak Saotome dan semuanya kembali duduk ditempat masing-masing.
"hemm..sepertinya ada yang kurang"kata Saotome sambil memegang dagunya
"Ano,Hilda sepertinya hari ini tidak masuk"jawab Aoi
"Begitukah?"kata Saotome sambil melepas tangannya dari dagunya.Aoi hanya mengangguk."Oi,Oga!dimana 'Istri'mu itu hah?"tanya Saotome sambil menuju ketempat Oga.Oga hanya menatap matanya sebentar lalu tertunduk.
"huh?"tanya Saotome bingung dengan tingkah laku Oga.Beberapa saat ditunggu tapi tak ada respon akhirnya Saotome berkata "yah..sudahlah kalau gak boleh tahu baiklah besok kita akan Field Trip bukan?bagaimana besok kalian ikut tidak?"kata Saotome sambil menuju kedepan kelas lagi.Kelas pun jadi berisik.
'Ada apa ini?'pikir Furuichi sambil melihat Oga
"Oga.."gumam Aoi sambil menistirahatkan dagunya di kedua tangannya
Istirahat pun tiba dan tingkah laku Oga sama seperti pagi tadi,bergerak tanpa berbicara.
"Oi!kau pikir ingin pergi kemana huh?"kata Kanzaki saat melihat Oga meninggalkan kelas.Oga hanya diam lalu keluar."Tch..ada apa dengan anak itu?"tanya Kanzaki kesal.
Di Hall Oga dilihati oleh orang-orang bukan karena Beel yang ia bawa tapi karena tentang rumor bahwa Oga ingin mencium Aoi.Sepanjang jalan Beel selalu bertanya hal yang sama "Dabuh?"artinya apa yang terjadi?
Dan sampailah mereka ditempat mereka biasanya makan siang bersama Hilda dan Furuichi.Tempat itu benar-benar tenang.Tempat ini seperti pelampiasan pikiran Oga.
"Oga!"tiba-tiba terdengar suara seseorang
"Apa yang terjadi denganmu huh?setelah Aoi berbicara tentang Hilda kau jadi diam ada apa?"ternyata itu adalah Furuichi.Ya,dia tahu bahwa kemarin malam Oga mencari Hilda disemua rumah orang yang ia kenal dan tempat-tempat yang biasanya Hilda kunjungi.
"Aku tahu kemarin kau khawatir akan Hilda,semua orang yang ada disini pun juga mengkhawatirkanmu apalagi Aoi"lanjut Furuichi.Tapi reaksi yang diberikan Oga tetap sama hanya menatapnya sebentar lalu melihat kelangit yang biru.
"KRING"bel masukpun berbunyi akhirnya Oga dan Furuichi masuk ke kelas mereka.
"Sstt..Furuichi!"panggil Nene"Apakah ada perubahan?"lanjutnya"sama sekali gak ada!tatapannya menjadi lebih sedih dan.."perkataan Furuichi menggantung membuat mereka menjadi antusias dan penasaran"..dan?"tanya Aoi penasaran"tatapannya menunjukkan ia kesepian pikirannya melayang kemana-mana"lanjut Furuichi.
Seusai sekolah,mereka mengikuti Oga.Ternyata Oga tidak pulang kerumah melainkan ke sungai yang penuh dengan bunga sakura.Tempat dimana Hilda sangat menyukainya.Tempat yang penuh kenangan.Disana Oga berdiri ditengah-tengah rumput yang hijau dan sampingnya bunga sakura.Betapa indahnya bila disini ada Hilda,itulah yang dipikir oleh Oga.Mereka yang mengikuti Oga benar-benar sedih melihat Oga yang sedih seperti itu.Tiba-tiba saja..
"HILDA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"Teriak Oga kencang lebih kencang dari teriakan Aoi tadi pagi.Lebih sedih dari biasanya.Lebih kesepian.Lebih mengingat...Hilda.Beel yang berada dipunggunya mulai menangis karena sekarang ia ditempat kesukaan 'Ibunya' bagi Oga dan Beel,dulu ini adalah tempat terindah bagi mereka karena ada orang yang mereka sayangi.Tapi,sekarang tempat ini tak seindah dahulu karena,tak ada orang yang mereka sayangi.Tak ada orang yang mereka cintai.Tak ada orang yang mencintai mereka.Tak ada lagi,Hildegard yang mereka kenal.
-------------------------------------------------------------------------------------------
Yay!Chapter 2 update!update secepat mungkin..
yang ini sedikit GaJe maaf ya
Chapter 3 menyusul!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar